Rabu, 28 November 2012

YOGURT HOME MADE


Sejak ngeliat ade punya mesin yogurt dan bisa bikin yogurt sendiri. Jadi kepengen juga punya, kebenaran waktu pembukaan cabang baru ACE di denpasar, yogurt makernya discon 50%. Pucuk dicinta ulampun tiba

Yogurt maker udah punya, tinggal cara pembuatannya nih. Tanya sama ade, dia lupa cara bikinnya. Dia bilang sih pake susu murni. Nah loh...hari gini nyari susu murni di Denpasar kan susah. Never give up dah...searching internet, ketemu bikin yogurt pake susu UHT. (maepken linknya lupa)

Cara dan bahannya gampang buanget. Susu UHT 1 lt (aq pake ultra) dicampur Dancow fullcream 1 bungkus. Aduk rata, panaskan jangan sampai mendidih. Cukup suam-suam kuku. Tambahkan yogurt plain (jgn yg ada rasa). Masukkan dalam yogurt makernya. Malam bikin besoknya paginya sdh jadi.

Aq udah coba beberapa merk yogurt untuk dijadikan bibit. Yang pertama merk "Yummy" rasanya sih nggak terlalu asam tapi baunya creami . Yang kedua Chese Work (yogurt buatan Bali) rasanya asam, yogurt banget.  Yang ketiga buatan swiss lupa nama tapi hasilnya nggak beda jauh sama buatan lokal. Padahal bakteri yg digunakan berbeda. Dilink yg aq baca nggak dianjurkan pake yakult. (nggak tau alasannya) Tapi aq coba ternyata berhasil juga tuh,

Pernah nggak bikin yogurtnya gagal? Jawabannya pernah....Cause karna lama nggak bikin sdh gitu bikin lupa caranya. Padahal caranya kan gampang apalagi punya mesinnya Lho kok bisa....? setelah 2 x gagal. Akhirnya ketemu jawabannya. Aq masak susunya terlalu hangat. Jadi begitu bibit dimasukkan bakterinya mati. Mesin dibuka...yogurtnya masih cair seperti semula,

Joel Ganti gigi

Dalam minggu ini 2 buah gigi Joel yang tanggal.Apa istimewanya, khan wajar ganti gigi di umur 9 tahun. Kalau dilihat dari usia anakku itu. Emang sudah waktunyanya ganti gigi. Betul sekali, tapi buat anakku itu hal yg luar biasa. Karna ia type orang penakut dan lebay banget. Yang bikin surprise dengan kesadaran sendiri dia mencabut giginya yg sudah goyang. 

Masih terekam dalam ingatan waktu giginya goyang diusia 5 atau 6 tahun. Giginya udah bener-bener dalam posisi miring, ibaratnya tinggal setitik lagi lepas. Tidak boleh dipegang. Kalau tersentuh, jeritannya bisa membangunkan orang satu RT. Dibawa ke dokter gigi, bakal terjadi peperangan antara putraku dengan dokternya. Kalo dokternya lemah gemulai, sabar, lembut sudah bisa dipastikan yg memenangkan peperangan putra ku. Dia yg bakal atur dokternya harus begini begitu. Ujung2xnya tidak ada tindakan yg bisa dilakukan pada giginya. 

Cuma ada 2 dokter gigi yg bisa mengatasinya. Yang 1 dokternya sabar tp tegas. Dia bisa membuat anakku mengikuti kemauannya tanpa protes dan senang hati. Yang satunya lagi dokter gereja. Tanpa babibu suruh buka mulut langsung bertindak, nggak berani protes karna wajah dokternya galak. Mungkin karna dokter terakhir ini akhirnya dia memberanikan dirinya sendiri mencabut giginya. he..he..he...

Saat gigi yg pertamanya lepas. Giginya ditaruh dibawah bantal. Padahal malamnya sdh bertanya
apakah ada peri gigi? Aku jelaskan ke anakku itu hanya ada dalam dongeng. Tapi karna dia perlu pembuktian, giginya tetep ditaruh dibawah bantal. Besoknya dia bilang

" Mama gigi Joel yg ditaruh dibawah bantal sdh nggak ada, tapi duitnya juga nggak ada." 

"Duit dari mana? siapa yg kasih?"

"Peri gigi".

" Kan mama sudah bilang itu hanya dongeng nak. Kamu emangnya tau peri gigi dari mana?"

" Dari film kartun ma".

Gubraks......lebih percaya film kartun ketimbang omongan mamanya.

Gigi yg kedua kali ini dia taruh dalam tempat yg aman. Peri gigi kali ini nggak bakalan bisa mengambilnya. Dia taruh bukan dibawah bantal tapi dalam gantungan kunci gajah hadiah dari temannya yg datang dari Thailand. :)