Tampilkan postingan dengan label Story my Child. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story my Child. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Februari 2013

My Valentine Day

Rutinitas pagi hari ini sama seperti rutinitas pagi-pagi kemarin. Bangun langsung lari kedapur nyiapkan sarapan buat anak-anak. Naik ke atas membangunkan mereka. Sambil menunggu mereka mandi dan berpakaian sisa waktu yang ada digunakan buat beberes dapur sebelum berangkat lagi buka toko.

Saat membersihkan pintu kulkas yang kotor, anak-anakku memanggil.

"Ma kami punya sesuatu buat mama?"
Aku menoleh dan melihat mereka berdua sudah rapi dan memegang sebuah boneka pink bertuliskan LOVE

"Happy Valentine ma" kata mereka kompak

Wow, rasanya bahagia sekali. Nggak nyangka, walau anakku cowok semua mereka cukup perhatian. Sampai-sampaia mereka berdua patungan menyisihkan uang jajan untuk membelikanku hadiah. 

Sepenggal lagu keluarga Cemara, Sinetron garapan Arsewendo Atmowiloto langsung terngiang dikepala

Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga

Biarpun Valentine day diluaran menjadi suatu pro dan kontra tapi buat anak-anakku valentine day  menjadi suatu hari dimana mereka bisa menunjukan kalo mereka pun punya perhatian khusus pada ibunya.


Bonekanya ku taruh di kamar, biar setiap saat melihatnya aku dapat merasakan cinta anak-anakku di situ.

Rabu, 28 November 2012

Joel Ganti gigi

Dalam minggu ini 2 buah gigi Joel yang tanggal.Apa istimewanya, khan wajar ganti gigi di umur 9 tahun. Kalau dilihat dari usia anakku itu. Emang sudah waktunyanya ganti gigi. Betul sekali, tapi buat anakku itu hal yg luar biasa. Karna ia type orang penakut dan lebay banget. Yang bikin surprise dengan kesadaran sendiri dia mencabut giginya yg sudah goyang. 

Masih terekam dalam ingatan waktu giginya goyang diusia 5 atau 6 tahun. Giginya udah bener-bener dalam posisi miring, ibaratnya tinggal setitik lagi lepas. Tidak boleh dipegang. Kalau tersentuh, jeritannya bisa membangunkan orang satu RT. Dibawa ke dokter gigi, bakal terjadi peperangan antara putraku dengan dokternya. Kalo dokternya lemah gemulai, sabar, lembut sudah bisa dipastikan yg memenangkan peperangan putra ku. Dia yg bakal atur dokternya harus begini begitu. Ujung2xnya tidak ada tindakan yg bisa dilakukan pada giginya. 

Cuma ada 2 dokter gigi yg bisa mengatasinya. Yang 1 dokternya sabar tp tegas. Dia bisa membuat anakku mengikuti kemauannya tanpa protes dan senang hati. Yang satunya lagi dokter gereja. Tanpa babibu suruh buka mulut langsung bertindak, nggak berani protes karna wajah dokternya galak. Mungkin karna dokter terakhir ini akhirnya dia memberanikan dirinya sendiri mencabut giginya. he..he..he...

Saat gigi yg pertamanya lepas. Giginya ditaruh dibawah bantal. Padahal malamnya sdh bertanya
apakah ada peri gigi? Aku jelaskan ke anakku itu hanya ada dalam dongeng. Tapi karna dia perlu pembuktian, giginya tetep ditaruh dibawah bantal. Besoknya dia bilang

" Mama gigi Joel yg ditaruh dibawah bantal sdh nggak ada, tapi duitnya juga nggak ada." 

"Duit dari mana? siapa yg kasih?"

"Peri gigi".

" Kan mama sudah bilang itu hanya dongeng nak. Kamu emangnya tau peri gigi dari mana?"

" Dari film kartun ma".

Gubraks......lebih percaya film kartun ketimbang omongan mamanya.

Gigi yg kedua kali ini dia taruh dalam tempat yg aman. Peri gigi kali ini nggak bakalan bisa mengambilnya. Dia taruh bukan dibawah bantal tapi dalam gantungan kunci gajah hadiah dari temannya yg datang dari Thailand. :)